Bandung – Dalam rangka peningkatan daya saing dan produktivitas,
Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Sistem Informasi Layanan
Produktivitas Terkini (SIPRONI) di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu
(2/8/2020).
Dirjen Binalattas Kemnaker, Budi Hartawan,
mengatakan, peningkatan layanan produktivtlitas saat ini diarahkan agar
implementasi peningkatan produktivitas dapat menghasilkan output yang
fokus, masif, dan berkesinambungan
“Sistem aplikasi SIPRONI ini
bertujuan untuk mengidentifikasi secara cepat kebutuhan peningkatan
produktivitas setiap sektor usaha,” ujar Budi Hartawan dalam sambutannya
secara virtual.
Budi Hartawan menjelaskan, SIPRONI merupakan
suatu metode pengukuran produktivitas dengan pendekatan efisiensi proses
produksi yang telah menghasilkan output.
“Dengan mengukur
tingkat produktivitas suatu perusahaan menggunakan SIPRONI, maka akan
diperoleh gambaran kondisi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita
dalam mewujudkan cita-cita pembangunan, serta dapat melihat sejauh mana
kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Budi
Hartawan.
Budi Hartawan mengungkapkan, walaupun upaya peningkatan
produktivitas telah dilakukan lebih dari tiga puluh tahun (sejak tahun
1968), tetapi berdasarkan data dan informasi yang ada, tingkat
produktivitas Indonesia terlihat belum cukup memuaskan jika dibandingkan
dengan tingkat produktivitas negara-negara tetangga.
Menurut
World Economic Forum (WEF), dalam The Global Competitiveness Report
2019, skor daya saing Indonesia pada tahun 2019 sebesar 64,6 dan
menempati peringkat 50 dari 141 negara yang tercakup.
Ia
menegaskan, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai sekitar
265 juta jiwa, sebagian merupakan penduduk usia produktif dan dapat
menjadi mesin raksasa yang produktif apabila mampu menciptakan tenaga
kerja Indonesia yang berdaya saing dan produktif.
Karenanya,
lanjut Dirjen Budi Hartawan, peningkatan daya saing dan produktivitas
angkatan kerja Indonesia harus dilakukan secara sistematis dan terpadu.
“Yakni melalui peningkatan kualitas tenaga kerja, dengan melibatkan
seluruh kementerian, dan lembaga pemerintah, industri/perusahaan, serta
asosiasi profesi,” jelasnya.
SIPRONI ini juga merupakan salah
satu langkah dalam mendukung Gerakan Produktivitas Nasional (GPN) yang
akan dilengkapi dengan pembentukan Forum Produktivitas Kerja. Hal ini
untuk meningkatkan peran serta aktif Pemerintah (Pusat dan Daerah),
pelaku usaha (perusahaan dan industri), Serikat Pekerja dan Akademisi di
Indonesia.
Ia berharap melalui sistem SIPRONI ini, Kemnaker akan
mampu menyiapkan SDM yang berdaya saing dan produktif sebagai bagian
dari peningkatan daya saing nasional. “Serta seiring dengan itu juga
akan meningkatkan produktivitas nasional,” katanya.
Kadisnakertrans
Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, berharap kehadiran SIPRONI
dapat membantu masyarakat memahami perannya dalam peningkatan
produktivitas nasional. “Peluncuran aplikasi SIPRONI ini diharapkan
masyarakat khususnya stakeholder, dunia pendidikan dan dunia usaha dapat
bersatu meningkatkan produktivitas, apa yang harus dilakukan dan
sebagainya,” katanya.
Peluncuran aplikasi SIPRONI yang disiarkan
secara virtual di 34 provinsi. Acara ini dihadiri oleh Direktur Bina
Produktivitas, Fahrurozi; dan pejabat tinggi pratama, pengawas dan
administrator di lingkungan Kemnaker; para Kadisnaker se-Indonesia;
kalangan akademisi; serta komunitas UMKM binaan.
Magelang – Guna memastikan protokol kesehatan di perusahaan dan tempat usaha, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus melakukan upaya pencegahan dan pemutusan pandemi Covid-19. Meski wabah Covid-19 belum hilang, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan kelangsungan usaha/industri harus tetap berjalan dan pekerja dipastikan aman bekerja.
“Saya telah menginstruksikan kepada
jajaran Kemnaker untuk terus melakukan sosialisasi dan pengawasan secara
langsung di perusahaan, kawasan industri, dan tempat aktivitas ekonomi
lainnya seperti pusat perbelanjaan, tempat pariwisata serta perhotelan,”
ujar Ida Fauziyah dalam acara peningkatan kewaspaaan pencegahan
penularan Covid-19 di tempat kerja di kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa
(1/9/2020).
Menaker Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya telah
melakukan sosialisasi dan pengawasan secara langsung ke beberapa pabrik,
kawasan industri, pusat perbelanjaan, beberapa hotel, dan sebagainya.
Menaker Ida melihat ada kesadaran dari pelaku usaha untuk menaati
protokol kesehatan di tempat kerja.
“Kesadaran yang sama juga
sama juga ditunjukkan oleh para pekerja. Pemeriksaan rapid tes pada hari
ini menunjukkan kesadaran itu. Kesadaran bahwa penangan dan pencegahan
pandemi covid-19 adalah tanggungjawab kita bersama,” ujar Menaker Ida.
Selain
sosialisasi dan pengawasan langsung protokol kesehatan seperti yang
dilaksanakan di Magelang, dalam sambutannya, Menaker Ida menyatakan
pihaknya telah merumuskan tujuh strategi pencegahan dan penanggulangan
Covid-19 di tempat kerja.
Pertama, pencegahan Covid-19 di
perusahaan dan tempat kerja. Kedua, penyusunan pedoman perencanaan
keberlangsungan usaha. Ketiga, penyusunan panduan kembali bekerja.
Keempat,
perlindungan pekerja dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pada
kasus Covid-19 akibat kerja. Kelima, peningkatan pembinaan dan
pengawasan ketenagakerjaan. Keenam, peningkatan kolaborasi dengan
stakeholder. Ketujuh, melakukan sosialisai dan publikasi melalui Posko
K3 Corona, portal sistem pelayanan K3 (Teman K3) serta melalui media
sosial.
Menurut Menaker Ida, dengan kesadaran pencegahan pandemi
di tempat kerja, produktivitas usaha dan pekerja akan berangsur pulih,
dan perekonomian nasional juga berangsur normal. “Tantangan kita
selanjutnya adalah, dalam jangka waktu yang relatif panjang, orang
cenderung abai dan bosan menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Ditegaskan
Menaker Ida, kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan adalah bagian
dari upaya perlindungan atas keberlangsungan usaha sekaligus melindungi
keselamatan dan kesehatan pekerja di tepat kerja. “Tadi telah kita
saksikan bersama pemeriksaan rapid tes kepada sedikitya 500 pekerja
perhotelan, UMKM juga petani serta pembagian masker, hand sanitizer dan
face shield dari Kemnaker,” ujarnya.
Menaker Ida mengaku dirinya
melihat ada kesadaran dari pelaku usaha dan pekerja untuk menaati
protokol kesehatan di tempat kerja. “Pemeriksaan rapid tes pada hari ini
menunjukkan kesadaran itu. Kesadaran bahwa penangan dan pencegahan
pandemi covid-19, adalah tanggungjawab kita bersama,” katanya.
Dengan
kesadaran pencegahan pandemi di tempat kerja, produktivitas usaha dan
pekerja akan berangsur pulih, dengan demikian perekonomian nasional juga
berangsur normal. “Tantangan kita selanjutnya adalah, dalam jangka
waktu yang relatif panjang, orang cenderung abai dan bosan menjalankan
protokol kesehatan,” katanya.
Menaker Ida menambahkan, sesuai
arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah terus berjuang melawan pandemi
dan berbagai dampak yang ditimbulkan. Terkait penanganan wabah,
pemerintah telah mengerahkan segala daya, upaya, serta mengajak seluruh
potensi masyarakat untuk mengerem laju pandemi. Di antaranya dengan
terus meningkatkan uji spesimen. Makin banyak spesimen yang diuji, makin
diketahui berapa banyak masyarakat yang terpapar.
“Dengan
demikian, akan memudahkan penanganan dan mitigasinya. Karena pada saat
bersamaan, kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru dan kampanye Pola Hidup
Bersih dan Sehat juga terus digencarkan,” katanya.
Indonesia
dan Korea Selatan selama ini telah menjadi mitra strategis dalam upaya
pengembangan sektor manufaktur. Kerja sama komprehensif yang dijalin
oleh kedua negara ini bertujuan untuk memacu perekonomian yang saling
menguntungkan.
“Selama
bertahun-tahun, Indonesia dan Korea secara kontinyu memperkuat hubungan
ekonominya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
dalam sambutannya secara virtual pada acara Segye ASEAN Forum 2020,
Selasa (27/10).
Menperin
berharap, dalam upaya pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi
Covid-19, sinergi Indonesia-Korea Selatan semakin diperkuat. “Melalui
Segye ASEAN Forum 2020 ini, kami yakin kedua negara dapat ebih
meningkatkan kerja sama, khususnya di bidang bisnis dan sektor
industri,” tuturnya.
Pada
tahun 2019, perdagangan dua arah antara Indonesia dan Korea Selatan
mencapai USD15,6 miliar. Komoditas Indonesia yang diekspor ke Korea
Selatan, sebagian besar adalah besi dan baja, kayu dan barang dari kayu,
mesin dan peralatan listrik, serta barang jadi dan aksesoris pakaian.
Agus
menyebutkan, sejumlah investor besar dari Negeri Ginseng tersebut,
seperti Samsung dan Posco telah mananamkan modalnya di Indonesia.
Langkah ini dinilai akan ikut memperdalam struktur manufaktur di dalam
negeri yang berujung pada peningkatan daya saing.
Sedangkan,
beberapa investor lainnya juga mempertimbangkan Indonesia menjadi
negara tujuan utama dalam pereluasan usaha mereka, seperti Hyundai,
Lotte Chemical, dan LG Chemical. “Merupakan suatu kebanggaan bagi
Indonesia karena dipercaya sebagai rumah bagi perusahaan-perusahaan
terkemuka untuk makin berkembang di masa depan,” imbuhnya.
Guna
membuka jalan masuk bagi para investor selama masa pandemi, Kementerian
Perindustrian terus mengeluarkan kebijakan strategis dalam mendukung
kegiatan industri agar bisa terus berlangsung, dengan tetap menjalankan
protokol kesehatan yang ketat. “Hal ini sesuai protokol kesehatan yang
direkomendasikan WHO, sehingga dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan
masyarakat,” ujar Agus.
Salah
satu kebijakan tersebut, yakni penerbitan Izin Operasional Mobilitas
dan Kegiatan Industri (IOMKI). “Penerapan IOMKI selama beberapa bulan
terakhir ini telah membantu perekonomian Indonesia, sehingga diharapkan
dapat rebound. Bahkan, kebijakan ini akan memastikan industri manufaktur tetap kompetitif di tengah pandemi Covid-19,” paparnya.
Di
samping itu, Kemenperin telah mengusulkan berbagai stimulus untuk
mebangkitkan kembali gairah sektor industri di tanah air, terutama yang
terkena dampak pandemi Covid-19. Stimulus itu meliputi pelonggaran pajak
impor, pajak penghasilan, restitusi pajak pertambahan nilai, serta
tunjangan pajak penghasilan bagi perusahaan perseorangan.
“Kami
sangat menyambut investasi di berbagai sektor industri. Khususnya
industri substitusi impor, industri berorientasi ekspor, industri padat
karya, dan industri produk berbasis teknologi tinggi,” sebut Menperin.
Oleh
karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi terhadap keterlibatan
perusahaan farmasi Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan vaksin
Covid-19 yang menunjukkan kemajuan luar biasa. “Kami berharap kol
borasi ini tidak hanya membantu kedua negara dalam memerangi Covid-19,
tetapi juga menciptakan kerja sama yang lebih kuat di masa depan,”
tandasnya.
Direktur
Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional
(KPAII) Kemenperin, Dody Widodo menyampaikan, higga saat ini Indonesia
telah memiliki 114 kawasan industri dan berencana mengembangkan sebanyak
27 kawasan industri baru sampai akhir tahun 2024. “Kami menyambut baik
perusahaan Korea yang tertarik untuk mengembangkan kawasan industri di
Indonesia seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan dari negara
lain,” ungkapnya.
Dody menambahkan, dalam upaya menarik investor, pemerintah telah memberikan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, dan super tax deduction.
“Pajak super hingga 300% ini untuk yang terlibat dalam kegiatan
R&D, sedangkan pajak sebesar 200% untuk perusahaan yang turut
terlibat dalam pengembangan vokasi,” jelasnya.
Dirjen
KPAII menegaskan, Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan
kualitas kebijakannya, termasuk yang terkait untuk mendorong pertumbuhan
industri yang berkelanjutan dan mendukung investasi. Apalagi, Indonesia
memliki posisi strategis sebagai pemimpin ekonomi ASEAN.
“Sebagai
salah satu tujuan investasi dunia, Indonesia semakin dekat menjadi hub
manufaktur ASEAN. Kami sedang bergerak untuk menjadikan salah satu basis
produksi kawasan bagi produsen global,” kata Dody.
Magelang
– Dalam rangka membantu petani dalam menghadapi dinamika di masa
pandemi Covid-19 yang penuh dengan ketidakpastian, Kementerian
Ketenagakerjaan memberikan bantuan program padat karya di sektor
pertanian kepada 25 Kelompok Tani yang tergabung dalam Paguyuban
Pertanian Merbabu.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung
oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Selasa (1/9/2020) di
Magelang, Jawa Tengah. Penyerahan bantuan turut dihadiri Dirjen
Binapenta dan PKK, Suhartono; Dirjen Binwasnaker dan K3,Haiyani
Rumondang, Kepala Biro Humas Kemnaker, R. Soes Hindharno; dan Bupati
Magelang, Zaenal Arifin.
Menaker Ida dalam sambutannya menyatakan
bahwa program padat karya tersebut untuk menciptakan lapangan kerja
bagi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dan berkelanjutan.
Sehingga diharapkan mampu menekan angka penganggur dan setengah
penganggur.
Sebab menurutnya, berdasarkan data Kemnaker RI dan BP
Jamsostek per April 2020 – 27 Mei 2020, terdapat 1.757.464 orang
pekerja formal dan informal yang terdampak Covid-19. Mereka disebutnya
sangat membutuhkan perhatian dan bantuan stimulan dari pemerintah untuk
memberikan dampak positif dalam rangka meningkatkan perekonomian
masyarakat.
Ia menyatakan, Kemnaker terus berupaya menekan angka
kemiskinan sekaligus mensejahterakan petani melalui program padat karya.
Hal itu sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo yang menghendaki
program padat karya berbasis pertanian menjadi ujung tombak untuk
menekan angka kemiskinan, khususnya di desa, serta mengangkat
kesejahteraan petani.
“Sektor pertanian ini mempunyai peran
penting dalam pembangunan. Ini karena selain menyediakan pangan bagi
masyarakat, pertanian juga menjadi sektor penggerak perekonomian,
terutama di desa,” ucapnya.
Ia mengemukakan bahwa Badan Pusat
Statistik (BPS) telah merumuskan indikator untuk mengukur tenaga kerja
yang tidak terserap pasar kerja, yang disebut Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT). Berdasarkan data BPS, katanya, sejak 2015 hingga 2019,
TPT mengalami penurunan sebesar 0,90 persen poin.
Tidak hanya
itu, sambungnya, struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan
pada 2019 masih didominasi tiga lapangan pekerjaan utama, yakni
pertanian sebesar 27,33%, perdagangan sebesar 18,81%, dan industri
pengolahan sebesar 14,96%.
Ia berharap, program padat karya ini
dapat menyentuh langsung kebutuhan publik, sehingga dapat memberikan
peningkatan produksi pertanian, pengentasan kemiskinan, dan penyediaan
lapangan kerja.
“Program padat karya ini selain menyejahterakan
petani juga bisa menjadi dorongan dalam upaya mewujudkan ketahanan
pangan nasional,” ucapnya.
Namun demikian, katanya, upaya
memberdayakan masyarakat penganggur ter-PHK dan dirumahkan akibat
Covid-19 supaya menjadi petani produktif tidak bisa dilakukan sendirian,
tetapi perlu bersinergi antar stakeholder. Pihaknya meminta kepala
daerah dapat bersama-sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk
menekan tingkat pengangguran yang ada di daerah dengan Kegiatan
Perluasan Kesempatan Kerja.
“Kegiatan padat karya ini diharapkan
dapat mempunyai efek ganda (multiplier effect) yang berdampak pada
penciptaan lapangan kerja yang lebih permanen,” ucapnya.
Kementerian
Perindustrian mengajak generasi muda tanah air untuk beperan aktif
dalam membangun industri nasional yang berdaya saing global. Hal ini
sebagai upaya merebut peluang dari momentum bonus demografi yang sedang
dinikmati Indonesia.
“Menilik
ke belakang perjalanan bangsa, Indonesia dapat berdiri hingga hari ini
tidak lepas dari goresan tinta sejarah para pemuda,” kata Sekretaris
Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono ketika membacakan sambutan
Menteri Perindustrian pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2020 yang
dilakukan secara virtual, Selasa (27/10).
Pada
tahun 2020-2024, Indonesia diproyeksi berada di puncak periode bonus
demografi atau mengalami jumlah penduduk usia produktif yang lebih
besar. Potensi ini siap dioptimalkan pemerintah melalui penerapan peta
jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu fokusnya adalah meningkatkan
kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri.
“Maka
itu, Sumpah Pemuda hendaknya bisa dijadikan sebagai inspirasi bagi
generasi muda Indonesia untuk membawa negara ini ke arah perubahan yang
lebih baik. Dengan demikian, kita mampu menatap fenomena perubahan
global sebagai peluang dan memberikan solusi terhadap tantangan yang
tengah dialami, khususnya dalam membangun sektor industri,” papar Sekjen
Kemenperin.
Sigit
mengemukakan, tantangan yang dialami Indonesia dari dampak pandemi
Covid-19 ini terhitung besar. Misalnya, terdapat 6,9 juta angkatan kerja
yang menganggur, kemudian 3,5 juta karyawan yang dirumahkan, dan 3 juta
angkatan kerja baru. “Angka yang besar mencapai 5% dari populasi
Indonesia saat ini perlu disiapkan pekerjaan untuk menyerap
produktivitas mereka,” ungkapnya.
Oleh
karena itu, di tengah pukulan berat akibat pandemi, pemerintah bertekad
untuk terus berupaya menjaga keberlangsungan aktivitas sektor industri.
Namun, kegiatan ini perlu tetap mengikuti protokol kesehatan yang
ketat. “Langkah strategis ini akan membantu pemulihan ekonomi nasional,”
imbuhnya.
Terkait
hal tersebut, Kemenperin menerbitkan izin operasional dan mobilitas
kegiatan industri (IOMKI). Sampai Oktober 2020, sebanyak 18.183 IOMKI
telah dikeluatkan untuk sejumlah sektor industri dengan total penyerapan
tenaga kerja hingga 5,15 juta orang.
“Kami juga semakin gencar menarik investasi di sektor manufaktur, karena selama ini telah konsisten memberikan multiplier effect
yang luas bagi perekonomian, di antaranya adalah penyerapan tenaga
kerja. Selain itu, kami fokus menumbuhkan wirausaha industri baru,”
tuturnya.
Merujuk
data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi
Januari-September 2020 mencapai Rp611,6 triliun atau tumbuh 1,7% secara
tahunan (y-o-y). Dari total investasi tersebut, telah terserap sebanyak 861.581 tenaga kerja.
Mereka
tersebar di 102.276 berbagai proyek investasi. Salah satu sektor yang
berkontribusi besar adalah industri logam dasar, barang logam, bukan
mesin, dan peralatannya sebesar Rp69,8 triliun atau setara 11,4% dari
total realisasi selama sembilan bulan ini.
Lebih
lanjut, Sigit menambahkan, salah satu tujuan pembangunan industri
nasional berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang
Perindustrian adalah mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing,
dan maju, serta menerapkan industri hijau. “Artinya, upaya pembangunan
industri juga harus memperhatikan lingkungan hidup dan prinsip
pembangunan berkelanjutan untuk kepentingan generasi yang akan datang,”
tandasnya.
Pada
kesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri
(BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan, dalam rangka merayakan
puncak kegiatan Hari Batik Nasional dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda,
pihaknya menggelar acara virtual bertajuk Karya Untuk
Nusantara-Membangun Industri di Seluruh Penjuru Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut, meliputi peluncuran buku Sustainable Industry:
Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, pemberian bantuan Menteri
Perindustrian ke Desa Babakan, Kabupaten Cirebon untuk kegiatan
pengolahan sampah plastik, webinar, serta membatik bersama secara
virtual dari Aceh sampai Papua.
“Kegiatan
ini dilaksanakan oleh BPPI dengan didukung oleh lima unit pusat dan 24
unit kerja di berbagai daerah, mulai dari Aceh sampai Ambon, dan juga
diikuti oleh beberapa IKM batik dari Papua. Tujuannya adalah
menyemangati agar industrialisasi dapat semakin cepat tersebar di
seluruh wilayah Indonesia dan tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan
ekonomi di Indonesia,” papar Doddy.
Guna
mendukung pembangunan industri di seluruh penjuru Indonesia, hingga
saat ini BPPI Kemenperin telah memiliki fasilitas sebanyak 23
laboratorium pengujian yang terakreditasi dengan 18.264 klien, 20 laboratorium
kalibrasi dengan 5.154 klien, 20 lembaga sertifikasi produk dengan
5.465 klien, serta lima lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu atau
16 lembaga sertifikasi industri hijau.
“Fasilitas-fasilitas
tersebut telah aktif mendukung penerapan 116 SNI Wajib Bidang Industri
yang ditetapkan sampai tahun 2020 dengan menerbitkan 3.504 SPPT SNI
Dalam Negeri dan 1.345 SPPT SNI Impor,” sebut Doddy.
Sosialisasi pemetaan industri tembakau dilaksanakan oleh Dispernaker pada tanggal 27 Oktober 2020 lokasi di warung sawah di ikuti oleh 25 orang peserta. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Salatiga.
Magelang – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima data sebanyak 3 juta calon penerima bantuan subsidi gaji/upah (BSU) dari BPJS Ketenagakerjaan untuk batch atau tahap kedua.
“Tadi kita sudah menerima data dari BPJS
Ketenagakerjaan untuk 3 juta calon penerima bantuan subsidi gaji/upah.
Kita harapkan minggu ini juga bisa cair,” kata Menaker Ida di Magelang,
Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020).
Menurutnya, data 3 juta yang
diterima dari BPJS Ketenagakerjaan tidak lain supaya pada pertengahan
September 2020 dapat mencapai target total penerima BSU, yakni sebanyak
15,7 juta orang.
“Memang kami ingin target akhir September itu
semua bisa terpenuhi sebanyak 15,7 juta orang. Tahap 1 awalnya kan 2,5
juta, lalu kami perbanyak di tahap 2 menjadi 3 juta. Harapannya semakin
banyak temen-temen yang mendapatkan transferan dari pemerintah,”
ucapnya.
Adapun proses yang akan dilakukannya sama seperti tahap
pertama, yakni setelah menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya
akan mengecek terlebih dahulu data tersebut.
“Setelah itu kami
akan kirim ke KPPN. Dari KPPN langsung akan di-drop uangnya ke bank
HIMBARA ((Himpunan Bank Milik Negara) yang menjadi penyalur program
subsidi upah. Dari bank HIMBARA akan langsung ditransfer ke rekeningnya
para pekerja yang menerima program ini,” terangnya.
Namun
Menaker Ida menyampaikan, pada batch pertama terdapat pekerja yang
menyerahkan nomor rekeningnya sudah dalam keadaan tidak aktif. Hal itu
menurutnya sangat menyulitkan pihaknya.
Berdasarkan pengalaman
tersebut, Menaker Ida meminta pekerja untuk memastikan keaktifan nomor
rekeningnya dan tidak boleh menyerahkan dua nomor rekening. Begitu juga
kepada pihak perusahaan supaya mengkomunikasikan kepada para pekerjanya
supaya menyerahkan nomor rekening yang masih aktif.
Penyaluran
BSU tahap kedua dilakukan setelah data 3 juta tersebut selesai dicek
ulang. Namun demikian, Ida meminta calon penerima BSU yang sudah
menyerahkan nomor rekening dan telah memenuhi persyaratan, tetapi belum
menerima transferan dari pemerintah supaya bersabar.
“Saya minta
sabar sepanjang temen-temen sudah menyerahkan nomor rekningnya yang
masih aktif, sepanjang sudah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan, atau
telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka tinggal menunggu waktu
saja,” jelasnya.
Kementerian Perindustrian menilai pentingnya pemanfaatan teknologi digital seperti cloud computing dan internet of things
(IoT) dalam upaya mendorong produktivitas sektor manufaktur, termasuk
industri kecil menengah (IKM) di tengah pandemi Covid-19. Langkah ini
sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Pandemi Covid-19 memang menjadi permasalahan dunia terutama adanya aturan pembatasan sosial. Sebab, diterapkannya social distancing,
membuat terjadinya pergeseran dalam gaya hidup termasuk perputaran roda
bisnis,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka
(IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (26/10).
Untuk
itu, guna menekan dampak pandemi, salah satu yang menjadi perhatian
Kemenperin adalah menjaga aktivitas pelaku usaha di dalam negeri dengan
memanfaatkan penggunaan teknologi berupa Cloud Computingmaupun IoT. Menurut Gati, perkembangan teknologi digital mendorong terciptanya banyak terobosan baru.
“Misalnya, manfaat penggunaan cloud computing
mulai dari keamanan digital yang digunakan, jaringan, pusat data, dan
server yang mumpuni. Selain itu, pemanfaatan dari sistem IoT akan
menghubungkan teknologi, informasi, dan komunikasi secara mudah,”
paparnya.
Keunggulan
dua teknologi tersebut dinilai berguna dalam menjaga keberlangsungan
usaha sektor IKM. “Betul sekali kalau sentuhan teknologi ini akan
membawa dampak yang besar bagi bisnis sektor IKM, khususnya saat masa
pandemi ini,” imbuhnya.
Guna mengakselerasi penggunaan teknologi digital di sektor industri, Gati berharap perlunya banyak provider teknologi cloud computing
maupun IoT yang dapat menopang proses produksi secara lebih efisien.
“Jadi, pentingnya membentuk ekosistem solusi yang dapat menjembatani
kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarya.
Managing
Director Datacomm Cloud Business Sutedjo Tjahjadi mengatakan, pihaknya
sudah memulai bisnis Cloud Computing sejak enam tahun lalu. Teknologi
ini dinilai membuat semua pekerjaan menjadi serba praktis dan tidak
perlu menggunakan infrastruktur yang besar. Bahkan cloud computing dapat meminimalisir biaya pengeluaran perusahaan.
“Era
yang makin digital, komputer semakin menyentuh semua kehidupan kita
terutama saat pandemi ini dan online menjadi suatu yang critical untuk
dilakukan secara berkesinambungan dalam kehidupan kedepannya,” ucapnya.
Untuk
itu, Kemenperin telah meluncurkan program Startup4Industry agar dapat
menjembatani antara kebutuhan industri dengan pelaku startup
sebagai penyedia teknologi. Program ini diluncurkan oleh Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan mengusung tema Indonesia
Percaya Diri Dengan Teknologi Dalam Negeri.
Tenaga
Ahli program Startup4Industry, Ditjen IKMA Kemenperin, Endang Suwartini
mengungkapkan, perkembangan teknologi imersif perlu mendapat perhatian
pemerintah karena terbukti dapat menciptakan lapangan kerja baru.
Misalnya, tren penggunaan Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR)
di masa pandemi ini meningkat mulai dari penggunaan untuk gamming hingga
digunakan untuk industri, edukasi, pelatihan maupun pariwisata.
“Semakin berkembangnya industri AR/VR ini akan mendorong industri elektronika di Indonesia agar dapat mulai mengembangkan research and development untuk pengembangan hardware-nya,” kata Endang.
Andes
Rizky selaku Ketua Asosiasi AR/VR Indonesia (INVRA) menjelaskan, saat
ini adalah momentum bagi industri AR/VR Indonesia untuk bangkit seiring
masuknya teknologi imersif sebagai lapangan usaha baru yang diakui
pemerintah melalui publikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Bahkan, industri AR/VR
Indonesia pun sudah merambah ke luar negeri, di antaranya telah
mengerjakan proyek AR/VR di Jepang dan Myanmar.
Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah,
menegaskan bahwa pengawas ketenagakerjaaan menjadi pilar terpenting
dalam penegakan hukum bidang ketenagakerjaan. Keberadaan dan perannya
dapat memberikan pelayanan publik yang berkualitas. “Pengawas
ketenagakerjaan harus mendukung iklim investasi usaha dan penciptaan
tenaga kerja yang berdaya saing,” kata Menaker Ida pada pembukaan
Rakornas Pengawasan Ketenagakerjaan Tahun 2020 di Jakarta, Kamis
(27/8/2020). Rakornas tahun ini mengusung tema
“Optimalisasi Pengawasan Ketenagakerjaan Dalam Mendukung Iklim Investasi
Usaha dan Penciptaan Tenaga Kerja Yang Berdaya Saing Pada Pasar Kerja
yang Fleksibel”, dan diikuti 200 orang yang terdiri atas kepala dinas
ketenagakerjaan provinsi, kepala bidang pengawasan ketenagakerjaan,
pejabat struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Binwasnaker dan K3,
dan pejabat fungsional pengawasan ketenagakerjaan pusat dan daerah. Menaker
Ida juga meminta pengawas ketenagakerjaan agar mengubah diri ke arah
cara-cara yang lebih terukur, profesional, dan terpercaya. Pengawas
Ketenagakerjaan harus mampu memberikan kesan positif kepada masyarakat
dan menjadi figur penegak hukum yang dapat bersinergi dengan
stakeholder, berintegritas, dan profesional. Selain
itu, pengawas ketenagakerjaan juga diminta supaya berinovasi dan
melakukan terobosan-terobosan baru agar dapat menjawab tantangan yang
ada. WLKP Online disebutnya sebagai terobosan yang baik karena dapat
memudahkan stakeholder dalam melaporkan wajib lapor ketenagakerjaan
secara online. Kepastian hukum di bidang
ketenagakerjaan dan usaha yang maksimal pengawas ketenagakerjaan dalam
mengedepankan represif non yustisia dalam melaksanakan tugas dapat
meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan bagi investor dalam menjalankan
usaha di Indonesia. Pasalnya, berdasarkan
penilaian Bank Dunia, Indonesia menempati peringkat ke-73 dengan skor
69,6 dari 190 negara dalam urutan negara dengan kemudahan dalam
menjalankan usaha di tahun 2019. Capaian tersebut harus ditingkatkan
supaya mampu menembus 50 besar negara. “Kenyamanan
dan kepercayaan berinvestasi inilah yang pada akhirnya dapat menaikkan
peringkat kemudahan berbisnis Indonesia di mata dunia,” Pada
kesempatan tersebut, ia juga memaparkan bahwa data pengawas
ketenagakerjaan sampai dengan triwulan IV tahun 2019 sebanyak 1.282
orang dengan rincian 1.218 orang merupakan pengawas daerah dan 64 orang
pengawas pusat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 366 orang diberikan
tambahan kewenangan sebagai Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis, dan 349
orang diberikan tambahan kewenangan sebagai Penyidik Pegawai Negeri
Sipil (PPNS) Ketenagakerjaan. Sementara dari
sebaran pengawas tersebut terdapat 3 daerah yang memiliki pengawas
ketenagakerjaan terbanyak. Ketiganya adalah Jawa Barat sebanyak 97
orang; Jawa Tengah sebanyak 114 orang; dan Jawa Timur sebanyak 131
orang. “Saya berharap jumlah pegawai pengawas
ketenagakerjaan yang berasal pada 3 daerah tersebut dapat meminimalkan
kasus pelanggaran norma ketenagakerjaan. Sedangkan di daerah lainnya
diharapkan dengan keterbatasan jumlah pengawas ketenagakerjaan dapat
mengoptimalkan pengawasan melalui aspek-aspek pembinaan dan pencegahan,”
harapnya. Sementara jumlah perusahaan sampai
dengan tahun 2020 berdasarkan Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online (WLKP),
menurutnya, telah mencapai 315.395 perusahaan dengan jumlah tenaga
kerja yang tercatat mencapai 7.756.135 orang. Hasil
pengawasan ketenagakerjaan selama 2 tahun terakhir menunjukkan jumlah
perusahaan yang melakukan pelanggaran pada tahun 2018 sebanyak 12.404
perusahaan dengan pelanggaran norma ketenagakerjaan sebanyak 25.123 dan
pelanggaran norma K3 sebanyak 6.585. Sedangkan
pada tahun 2019, sambungnya, tercatat sebanyak 21.613 perusahaan
melakukan pelanggaran, dengan pelanggaran norma ketenagakerjaan sebanyak
35.066 dan pelanggaran norma K3 sebanyak 13.414. Masih pada tahun
2019, sebanyak 59 kasus pelanggaran tindak pidana ketenagakerjaan yang
telah dilakukan proses penyidikan. Menurutnya,
jika dibandingkan antara jumlah yang terindikasi pelanggaran norma
ketenagakerjaan, maka sedikit para PPNS yang melakukan proses
penyidikan. Dari jumlah penyidikan tersebut, 56 kasus merupakan
penyidikan tindak pidana ringan. “Untuk itu, saya
mengapresiasi para PPNS Ketenagakerjaan yang telah berdedikasi
menjalankan tugas negara untuk melakukan penegakan hukum di bidang
ketenagakerjaan. Saya harap ini menjadi contoh dan motivasi bagi PPNS
Ketenagakerjaan yang lain,” ucapnya. Pada pembukaan Rakornas ini, Menaker Ida juga meluncurkan aplikasi pengawasan ketenagakerjaan yang bernama Siswasnaker Online.
Pemerintahan
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sudah berjalan
setahun. Berbagai kebijakan strategis telah dikeluarkan dalam upaya
pengembangan sektor industri di tanah air yang lebih mandiri dan berdaya
saing.
Dalam
pidatonya seusai pelantikan pada tahun lalu, Jokowi menyampaikan lima
program prioritas untuk lima tahun, yakni pengembangan sumber daya
manusia (SDM), infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan
birokrasi, dan transformasi ekonomi dari sumber daya alam (SDA) menjadi
industri bernilai tambah.
“Sesuai
arahan Bapak Presiden, kami tetap fokus dengan sejumlah program
prioritas, antara lain melaksanakan kebijakan hilirisasi, pendidikan dan
pelatihan vokasi, serta memacu sektor industri kecil menengah (IKM),”
kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin
(26/10).
Menperin
menegaskan, pihaknya terus mendorong hilirisasi industri agar tetap
berjalan dengan baik, karena selama ini aktivitas tersebut dinilai mampu
memberikan dampak yang luas bagi perekonomian nasional. Efek positif
itu di antaranya penerimaan devisa dari ekspor dan penyerapan tenaga
kerja.
“Kami
bertekad mengoptimalkan terhadap peningkatan nilai tambah bahan baku
dalam negeri, supaya dimanfaatkan sebanyak-banyaknya di Indonesia dan
bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya. Bahkan, hilirisasi industri
dinilai dapat menjaga kekuatan perekonomian nasional agar tidak mudah
terombang-ambing di tengah fluktuasi harga komoditas.
“Oleh
karena itu, sektor industri pengolahan di dalam negeri harus perlu
dipacu pertumbuhan dan pengembangannya karena berperan penting
meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya alam kita untuk dibuat
sebagai barang setengah jadi hingga produk jadi,” paparnya.
Agus
menambahkan, hilirisasi perlu ditopang dengan penggunaan teknologi
baru, termasuk penerapan era industri 4.0 untuk menggenjot
produktivitasnya secara lebih efisien. “Kita semua punya pandangan yang
sama mengenai pentingnya inovasi. Pandangan hilirisasi harus didorong di
Indonesia. Ini menjadi salah satu program utama dari pemerintah,”
imbuhnya.
Kemenperin
mencatat, hilirisasi industri telah berjalan di berbagai sektor, antara
lain pertambangan dan perkebunan. Contohnya di Kawasan Industri
Morowali, Sulawesi Tengah, yang sudah berhasil melakukan hilirisasi
terhadap nickel ore menjadi stainless steel.
Sebagai gambaran, harga nickel ore kalau dijual hanya sekitar USD40-60, sedangkan ketika sudah menjadi stainless steel
harganya bisa di atas USD2000. Sementara itu, melalui Kawasan Industri
Morowali, sudah mampu menembus nilai ekspornya sebesar USD4 miliar, baik
itu pengapalan produk hot rolled coil maupun cold rolled coil ke Amerika Serikat dan China.
Kontribusi
Kawasan Industri Morowali, juga diperlihatkan dari capaian investasi
yang signfikan, yaitu lebih dari USD5 miliar dan jumlah penyerapan
tenaga kerja melampaui 30 ribu orang.
Lompatan
kemajuan lainnya pada penerapan hilirisasi industri, yakni ekspor dari
olahan sawit yang didominasi produk hilir cenderung meningkat dalam
kurun lima tahun terakhir. Rasio volume ekspor bahan baku dan produk
hilir kini sebesar 19 persen banding 81 persen.
Apalagi,
Indonesia merupakan produsen terbesar minyak sawit mentah (CPO) dan
minyak kernel sawit mentah (CPKO) dengan produksi sebesar 47 juta ton.
Laju pertumbuhan produksi minyak sawit pun diperkirakan meningkat
signifikan. Sementara itu, ekspor minyak sawit dan produk turunannya
telah menyumbang devisa negara hingga USD22 miliar per tahun.
Pacu SDM dan IKM
Menteri
AGK pun mengemukakan, pihaknya fokus mendorong terciptanya SDM industri
yang kompeten di Tanah Air. Sebab, SDM terampil merupakan salah satu
faktor penting dalam memacu produktivitas dan daya saing sektor
industri.
Guna mencapai sasaran tersebut, sejak tahun 2017, Kemenperin telah menjalankan program pendidikan vokasi industri yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. “Melalui
program ini, kami telah berhasil memitrakan sebanyak 2.612 SMK dengan
885 perusahaan dari berbagai sektor industri dengan total 4.997
perjanjian kerja sama,” sebut Agus.
Selanjutnya,
Kemenperin menggelar program Diklat sistem 3in1 (pelatihan,
sertifikasi, dan penempatan kerja), pengembangan pendidikan dual system
di unit pendidikan Kemenperin, pembagunan politeknik atau akademi
komunitas di kawasan industri, serta mencetak SDM industri 4.0.
Menperin juga menyampaikan, pihaknya
semakin gencar menginisiasi program pengembangan IKM agar tetap
produktif di tengah dampak pandemi Covid-19. Sebab, sebagai sektor yang
merupakan mayoritas populasi usaha di Indonesia, IKM berperan penting
dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.
“Kami
terus mendorong pelaku IKM kita untuk dapat pula beradaptasi dengan
kebiasaan baru di masa pandemi saat ini. Mereka perlu didukung dalam
peningkatan produktivitas, inovasi, dan kreativitas agar usaha mereka
tetap berjalan, termasuk dalam menjalankan protokol kesehatan,”
terangnya.
Adapun
berbagai program strategis guna menunjang pengembangan IKM di tengah
pandemi Covid-19, antara lain kampanye #SemuanyaAdaDisini sebagai bagian
Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia. “Total ada 1,6 juta IKM yang
berpartisipasi dalam gerakan #SemuanyaAdaDisini,” ungkapnya.
Di
samping itu, Kemenperin aktif menggelar pelatihan dan pendampingan
secara virtual kepada pelaku IKM karena kondisi pandemi. “Hingga saat
ini, total webinar yang sudah diselenggarakan oleh Ditjen IKMA sebanyak
156 kali dengan jumlah peserta mencapai 13.871 orang,” tandasnya.
Direktorat
Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) juga menyediakan
program potongan harga bagi pelaku IKM yang hendak membeli mesin
produksi. Bagi pelaku IKM yang ingin membeli mesin hanya perlu membayar
70% dari harganya, sementara 30%-nya akan dibayar oleh Kemenperin.
Bahkan,
guna mendorong pelaku IKM dapat memanfaatkan teknologi digital dengan
berjualan online, Kemenperin menginisiasi program e-Smart IKM sejak
tahun 2017. Program ini telah melibatkan lebih dari 10 ribu pelaku IKM.
Pada implementasinya, Kemenperin menjalin kolaborasi dengan sejumlah e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, dan Gojek Indonesia.
Apresiasi kinerja
Terkait
tekad pemerintah dalam upaya pengembangan sektor industri, Wakil Ketua
Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar
menyebut, menteri yang mencolok kinerjanya selama setahun terakhir salah
satunya adalah Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menurutnya,
sejak pandemi Covid-19 bergulir, Kemenperin kerap mengeluarkan
kebijakan yang positif bagi pelaku usaha, seperti pemberian izin
operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI). “Saat pandemi,
Kemenperin mengeluarkan IOMKI untuk mendukung kegiatan industri. Hal ini
adalah langkah yang tepat,” tuturnya.
Diketahui,
lanjut Sanny, bahwa adanya pandemi terjadi penurunan permintaan
terhadap barang dan jasa. Namun dengan adanya IOMKI, paling tidak
produksi dari beberapa sektor industri tetap berjalan dengan catatan
tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Bapak
Menperin Agus Gumiwang ini memang punya intuisi. Dia melihat bahwa
kalau menjalankan PSBB tidak diimbangi dengan kegiatan ekonomi atau
industrinya tidak paralel dengan melakukan protokol kesehatan, bisa drop dan
ujungnya akan berdampak pada penerimaan negara. Kalau penerimaan negara
terbatas, maka kesejahteraan masyarakat menurun, karyawan dirumahkan
banyak, begitu gambarannya,” paparnya.
Di
samping itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Fithra
Faisal juga turut mengapresiasi kinerja Menperin Agus. Menurutnya,
Kemenperin berupaya keras menjaga produktivitas sektor industri. Hal ini
tercermin dari capaian indeks Purchasing Managers’ Index Indonesia (PMI).
“Kenaikan
secara gradual di PMI ini turut meningkatkan kinerja perdagangan.
Karena kalau perdagangan ekspor itu kita sebenarnya berbicara dari
industri, karena ekspor itu surplus dari industri,” ucapnya.
Bukti
industri manufaktur masih menjadi penggerak utama perekonomian di kala
pandemi Covid-19, terlihat dari kontribusi sektor industri terhadap
struktur produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 19,87 persen atau
tertinggi dibanding sektor lainnnya sepanjang triwulan II tahun 2020.
Guna menjaga kinerja sektor industri tersebut, pemerintah berkomitmen
untuk memberikan stimulus atau insentif yang dibutuhkan saat ini.
“Kami
akan terus melakukan berbagai upaya strategis agar industri manufaktur
tetap berproduksi dan berdaya saing di tengah pandemi Covid-19. Misalnya
memberikan fleksibilitas bagi dunia usaha untuk beroperasi,” kata
Menteri AGK.
Menperin
menjelaskan, salah satu bentuk dukungan yang telah diberikan agar dunia
usaha bisa beroperasi di tengah pandemi adalah dengan penerbitan IOMKI,
yang diharapkan dapat membantu perekonomian Indonesia tidak terpuruk
terlalu dalam.
“Pemerintah
akan menjalankan pemulihan ekonomi nasional secara simultan dengan
penanganan pandemi Covid-19. Artinya, mendorong aktivitas sektor
industri juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat,”
paparnya. Sampai Oktober 2020, sebanyak 18.183 IOMKI telah diterbitkan
bagi sejumlah sektor industri dengan total penyerapan tenaga kerja
hingga 5,15 juta orang.