Geliat Industri Manufaktur Indonesia Kembali Ekspansif

Industri manufatur Indonesia kembali menunjukkan geliat positif pada Februari 2020. Hal ini tercermin dari capaian Purchasing Managers’ Index™ (PMI™) manufaktur Indonesia yang dirilis oleh IHS Markit, dengan memperlihatkan kenaikan dari 49,3 pada bulan Januari ke posisi 51,9 pada Februari 2020. Peningkatan PMI manufaktur Indonesia tersebut, pertama kalinya pada kondisi bisnis sejak bulan Juni lalu. Poin PMI di atas angka 50 menandakan bahwa sejumlah sektor manufaktur masih melakukan upaya perluasan usaha atau ekspansif “Melalui laporan tersebut, kami optimistis terhadap kepercayaan diri dari para investor di sektor industri yang masih tumbuh. Selain itu, mereka juga melihat bahwa iklim usaha di Indonesia tetap kondusif,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (2/3).

Menurut data IHS Markit, kenaikan PMI manufaktur Indonesia bulan Februari didorong oleh bisnis baru dan kecepatan ekspansi output. Akibatnya, sejumlah perusahaan menambahkan lebih banyak karyawan dan aktivitas pembelian. Indeks yang dirilis setiap bulan tersebut, memberikan gambaran tentang kinerja industri pengolahan pada suatu negara, yang berasal dari pertanyaan seputar jumlah produksi, permintaan baru, ketenagakerjaan, inventori, dan waktu pengiriman. Survei PMI manufaktur dikompilasi dari respons bulanan terhadap kuesioner yang dikirimkan kepada eksekutif pembelian di lebih dari 300 perusahaan industri yang dibagi dalam delapan kategori, yakni logam dasar, kimia dan plastik, listrik dan optik, makanan dan minuman, teknik mesin, tekstil dan busana, kayu dan kertas, serta transportasi.

Sebelumnya, Menperin menegaskan, pihaknya meyakini kinerja industri pengolahan nonmigas masih berada pada fase ekspansi pada triwulan I tahun 2020. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis guna memacu sektor manufaktur agar lebih berdaya saing global. “Contoh upaya strategisnya adalah menjaga ketersediaan bahan baku dan energi untuk keberlangsungan produktivitas sektor industri, sehingga bisa semakin terbang tinggi lagi,” tuturnya. Langkah ini dijalankan melalui sinergi bersama kementerian dan lembaga terkait. Selanjutnya, Kemenperin fokus pengoptimalan implementasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). “Selain itu, diperlukan penguatan ekspor dan substitusi impor, di antaranya melalui diversifikasi industri unggulan untuk ekspor serta membuka secara agresif pasar-pasar baru untuk produk industri,” paparnya.

Agus menambahkan, kementeriannya juga turut mendorong peningkatan investasi di sektor industri, yang meliputi perbaikan kemudahan perizinan, promosi investasi, dan fasilitasi pemberian insentif. “Selama lima tahun ke depan, kami telah mengidentifikasi rencana investasi sektor industri sebanyak 81 proyek dengan nilai total Rp921 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 125 ribu orang,” ungkapnya. Menperin optimistis, apabila jurus jitu tersebut terlaksana dengan baik, target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,3% pada tahun 2020 bisa tercapai. Sementara itu, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap total PDB nasional dibidik hingga 17,8% sepanjang tahun ini. Berikutnya, kontribusi ekspor produk industri terhadap ekspor nasional akan mencapai 72,2% pada tahun 2020. Menanggapi hasil survei PMI Februari 2020, Bernard Aw selaku Kepala Ekonom IHS Markit mengatakan, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan perbaikan tentatif pada bulan Februari, dengan data PMI menunjukkan perbaikan pertama pada kondisi operasional dalam delapan bulan. Namun demikian, kenaikan indeks headline dipengaruhi oleh goncangan negatif pada rantai pasokan.

“Sementara itu timbul kekhawatiran terkait dengan rantai pasokan. Data survei menunjukkan penurunan tajam pada kinerja pemasok selama hampir tiga tahun, yang sering kali dikaitkan dengan hujan lebat dan kekurangan bahan baku di pemasok Tiongkok akibat serangan virus korona,” ujarnya. Jika situasi ini berlanjut, perusahaan perlu berjuang untuk menaikkan volume produksi disebabkan kekurangan input. Diakui, dampak wabah penyakit virus corona (Covid-19) turut memukul dan menyeret turun kinerja manufaktur sejumlah negara Asia, setelah merontokkan aktivitas manufaktur di China. Korea Selatan dan Jepang, dua negara dengan jumlah kasus virus korona yang terus bertambah di luar China, menunjukkan penurunan tajam dalam produksi, berdasarkan survei manajer pembelian yang dirilis oleh IHS Markit. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) Korea Selatan turun ke level terendah empat bulan di 48,7 pada Februari 2020 dari 49,8 pada Januari 2020. Adapun PMI manufaktur Jepang yang dirilis Jibun Bank Japan turun ke 47,8, yang merupakan angka terendah sejak Mei 2016. Sementara itu, PMI manufaktur Taiwan turun ke bawah level 50. Di Asia Tenggara, Thailand dan Malaysia tetap bertahan di bawah level 50, sedangkan PMI Vietnam turun ke level terendah lebih dari enam tahun di 49. Data sentimen manufaktur tersebut menunjukkan virus korona berdampak di seluruh kawasan Asia, mengganggu rantai pasokan dan menekan permintaan.

Kemenperin Apresiasi Produsen Pipa Fiberglass di Tangerang Tembus Pasar AS

Rabu, 26 Februari 2020

Pemerintah fokus memacu sektor industri agar lebih gencar meningkatkan nilai investasi dan ekspornya. Upaya ini diyakini mampu mendorong penguatan daya saing sektor manufaktur dan struktur ekonomi nasional. Terlebih, potensi industri dalam negeri diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal, baik di pasar domestik maupun ekspor. “Sampai saat ini, pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh industri pengolahan nonmigas dengan kontribusi 17,58%. Dengan adanya tekanan ekonomi global, industri pengolahan juga masih menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan kontribusi 75,6% dari total ekspor nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Perluasan Investasi dan Pelepasan Ekspor ke Amerika Serikat oleh PT. Future Pipe Industries di Balaraja, Tangerang, Banten, Rabu (26/2).

Tantangan tersebut, ujar Menperin, perlu dijawab dengan kebijakan responsif yang relevan untuk menjawab ketidakpastian. “Dukungan pemerintah bagi sektor industri memang sangat diperlukan, misalnya untuk industri composite pipe ini yang berpeluang dikembangkan untuk masa depan,” paparnya.  Agus menjelaskan, produk pipa komposit sangat efisien karena sifatnya yang kuat, anti korosi sehingga tidak meninggalkan jejak lingkungan, serta tidak membutuhkan biaya perawatan yang tinggi. “Mendatang, industri harus berkontribusi terhadap circular economy, karena pada saatnya nanti semua waste dari proses industri bisa diolah dan digunakan kembali sebagai bahan baku. Ini adalah kontribusi dari sektor industri manufaktur,” jelas Menperin.

Sehingga, Menperin memberikan apresiasi kepada PT. Future Pipe Industries atas realisasi komitmen penanaman modalnya di Indonesia serta keberhasilan memperluas pasar ekspornya hingga ke Negeri Paman Sam. “PT. Future Pipe Industries telah menginvestasikan sekitar USD40 juta, dan pada tahun 2020 berencana untuk kembali menambah investasi dalam rangka memenuhi kebutuhan domestik yang semakin besar dan pemenuhan kebutuhan pasar dunia, khususnya ASEAN,” ungkapnya.

Penambahan investasi terseut, menurut Agus, akan membawa efek berganda bagi perekonomian nasional. Dampaknya antara lain, penerimaan negara dalam bentuk pajak dan devisa, penyerapan tenaga kerja, penyerapan produk atau jasa industri pendukung, serta pemberdayaan dan alih teknologi kepada perusahaan lokal dalam hal instalasi dan perawatan.

“Bahkan, dapat pula semakin memperkuat branding produk Indonesia di kancah global,” tutur Agus. Sebelumnya, PT. Future Pipe Industries telah melakukan ekspor pipa fiberglass ke sejumlah negara, seperti Singapura, China, Malaysia, dan Abu Dhabi.

Menperin menyebutkan, salah satu upaya menarik investor adalah melalui program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). “Kami percaya, implementasi program tersebut akan lebih menarik minat investor dari di negara lain untuk masuk Indonesia, karena menunjukkan sebagai negara yang punya kekuatan pasar domestik,” imbuhnya.

Future Pipe Industries mulai tahun ini mengekspor produk pipa ke Amerika Serikat untuk proyek pembangunan infrastruktur sistem pembuangan yang menghubungkan beberapa kota di area San Francisco, Belmont, Redmond, dan San Carlos. Momentum ekspor ini menunjukkan bahwa produk industri di Indonesia dapat kompetitif di pasar internasional dengan memiliki standar yang tinggi. Perusahaan tersebut mengekspor pipa komposit serat kaca (fiberglass) berdiameter 3,4 meter dengan panjang total 5,3 kilometer.

Chief Commercial Officer Future Pipe Industries, Imad Makhzoumi menyampaikan, proyek pengiriman pipa fiberglass senilai USD20 juta tersebut merupakan yang pertama di Indonesia, dengan didukung oleh tim ahli dalam negeri, mulai dari proses desain, perencanaan, hingga produksi akhir. “Kegiatan ekspor ke Amerika Serikat akan terus berlanjut ke depan, mengingat kebutuhan akan produk yang sustained seperti pipa fiberglass akan terus meningkat dalam 10-20 tahun ke depan,” ujarnya.

 

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI REX SYSTEM

Semarang, 13 Pebruari 2020 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mengadakan BIMBINGAN TEKNIS PEMANFAATAN FREE TRADE AGREEMENT “KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI REX SYSTEM”. Kegiatan Bimbingan Teknis ini merupakan kegiatan sosialisasi dari kebijakan dan implementasi rex system yang berlaku di Uni Eropa bagi para pelaku usaha eksportir Indonesia. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Prov Jateng dan dilaksanakan di Aula Dinas Lt. 5 dengan menghadirkan narasumber dari Kasubdit Keterangan Asal Barang Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan (Ibu Herni Synthia), PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) (Sati Ferdi- Manager), dan Kantor Wilayah Bea Cukai DIY-Jawa Tengah (Padmoyo Tri Wikanto– Kepala Kantor).
 
 
Diharapkan melalui kegiatan bimtek ini, para pelaku usaha eksportir memahami prosedur yang berlaku dalam pengajuan preferensi tarif ke uni eropa melalui Rex System. kami harapkan agar fasilitas pemberian preferensi melalui sistem berbasis online yaitu Rex System dapat lebih meningkatkan kinerja ekspor Indonesia khususnya Jawa Tengah. Sebagaimana diketahui, Rex System merupakan sistem Sertifikasi Mandiri pada skema Generalized System of Preferences (GSP)-EU untuk Eksportir Teregistrasi (ER). Pada Sistem tersebut, Eksportir Teregistrasi dapat membuat permohonan Deklarasi Asal Barang (DAB) sendiri dengan membubuhkan pernyataan asal barang pada dokumen komersial yang dikeluarkan oleh perusahaan yaitu invoice dan packing list. Dengan demikian, perusahaan lebih efisien waktu, tenaga, dan biaya dalam pengurusan preferensi GSP-EU yang dikarenakan dalam penerbitan DAB untuk setiap shipment dilakukan tanpa melalui pembelian blanko dan persetujuan dari IPSKA.
 
 
Masa transisi implementasi DAB mulai 1 Januari 2020 sampai dengan 30 Juni 2020, secara pararel masih dipersilahkan menggunakan form A GSP-EU. Sedangkan mulai 1 Juli 2020 berlaku Deklarasi Asal Barang – Rex System secara Mandatory (wajib). Oleh karena itu, melalui kesempatan kegiatan hari ini, diharapkan para pelaku eksportir khususnya tujuan Uni Eropa dapat mempelajari kebijakan dan implementasi DAB yang akan diberikan oleh para Narasumber yang menangani dan berkompeten dalam hal tersebut.

Dirjen IKMA Dampingi Ketua Dekranas Pada Acara IKM Go Digital di Bangka Belitung

Dirjen IKMA Dampingi Ketua Dekranas Pada Acara IKM Go Digital di Bangka Belitung

Kamis, 27 Februari 2020

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih (kiri) bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi (kanan) mendampingi mendamping Istri Wakil Presiden Republik Indonesia Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin (kedua kiri) yang sekaligus menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) berkunjung ke salah satu stan pameran pada acara Sinergi dalam upaya mengembangkan Indutri kecil menengah unggulan menuju Indonesia maju, menuju IKM Go Digital, di Ballroom The Gale-Gale, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (27/2).

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih (keempat kanan) mendampingi Istri Wakil Presiden Republik Indonesia Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin (sembilan kanan) yang sekaligus menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) saat pemberian penghargaan kepada pelaku Industri Kecil Menengah pada acara Sinergi dalam upaya mengembangkan Indutri kecil menengah unggulan menuju Indonesia maju, menuju IKM Go Digital, di Ballroom The Gale-Gale, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (27/2).

Perajin dari Kepulauan Bangka Belitung sedang membuat kerajinan lukis saat acara Sinergi dalam upaya mengembangkan Indutri kecil menengah unggulan menuju Indonesia maju, menuju IKM Go Digital, di Ballroom The Gale-Gale, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (27/2).

Share:

<< Sebelumnya  

Twitter

 

Obral Mebel Banjarsari Semakin Dikenal

Banyaknya pertumbuhan hotel, kantor, rumah tinggal, dan lainnya menjadi tanda, sebab mereka butuh mebeler. “Pasar ekspor mebel terus kita genjot, tapi jangan sampai pasar lokal kita kebobolan oleh mebel impor,” kata Adi di sela-sela pembukaan Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, Solo

Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan, industri mebel atau furnitur dan kayu olahan merupakan industri prioritas dan masih menjadi primadona ekspor nonmigas, selain tekstil. Nilai ekspor produk kayu olahan dan furnitur Jawa

Tengah 1.525.902,186 dolar AS, terdiri atas kayu olahan senilai 893.579.118 dolar AS dan furnitur 632.323.068 dolar AS. Selain itu, industri mebel dan furnitur juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.”Industri mebel merupakan industri padat karya yang memberi lapangan pekerjaan dan menyumbang devisa yang signifikan bagi negara,” kata dia. Guna mendorong peningkatan pasar ekspor dan pasar lokal produk industri furnitur dan kayu olahan, khususnya di Jawa Tengah, kata dia, perlu ada dukungan akses promosi untuk peningkatan pemasaran.
Pemanfaatan Rumah Kriya Banjarsari Solo adalah salah satu upaya untuk tujuan itu sebagai rumah promosi yang efektif bagi produk produk furnitur Jawa Tengah, khususnya Soloraya. Selain itu, sambung dia, juga sebagai tempat bertemunya produsen dengan pembeli, baik lokalmaupun asing. Sebagai sarana meningkatkan motivasi dan semangat pengembangan industri mebel dan kerajinan serta meningkatkan kemitraan dan jejaring kerja sama berbagai stake holder. Selain itu juga sebagai sarana edukasi potensi lokal industri mebel dan kerajinan.

Ke depan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata.“Rumah Kriya ini nantinya dilengkapi web, aplikasi dan pemasaran online disertai pengembangan fungsi lainnya sebagai destinasi wisata, sebagai sarana edukasi, sarana pelatihan industri kreatif, sarana informasi kayu dan produk kayu. Dilengkapi pula sarana pertemuan baik untuk perajin, pengusaha, maupun masyarakat,” katanya. Adapun kegiatan obral mebel yang diadakan di Rumah Kriya Banjarsari Solo pada 14 – 17 November merupakan penyelenggaraan kali keempat. Kegiatan dititikberatkan pada promosi disertai penjualan produk mebel dari IKM Mebel se-Soloraya. Kegiatan ini berada pada stan seluas 625 m2 dengan berbagai produk mebel kualitas ekspor serta diskon sampai 80 persen.

Pada kegiatan sebelumnya, transaksi yang didapat selama pameran senilai lebih Rp 550.000.000. Diharapkan pada event kali ini memperoleh hasil lebih besar lagi. “Kegiatan ini perlu dukungan berbagai pihak, sebagai tempat kunjungan masyarakat yang butuh furnitur dan sebagai tempat kunjungan pembeli asing, destinasi wisata, dan edukasi masyarakat Jawa Tengah,” kata Arif. Agar Rumah Kriya tetap eksis dan berperan dalam pengembangan industri mebel di Jawa Tengah, ungkap dia, pihak-pihak terkait diharapkan untuk berperan dan bersinergi dalam mengoptimalkan rumah kriya tersebut. 
 
Sehingga kedepan, perannya akan semakin kuat dan akan menjadi pusat promosi yang diperhitungkan. Diharapkan, KIMKAS sebagai Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Soloraya dapat lebih mengembangkan Rumah Kriya menjadi lebih dikenal masyarakat sebagai show room produk- produk mebel dan kerajinan. Yakni melalui program-program yang disusun dan direncanakan sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat umum, khususnya para pelaku industri mebel dan kerajinan kayu di Jawa Tengah dan Soloraya. “Kami berharap para pelaku industri mebel di Jawa Tengah, khususnya di Soloraya terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan daerah-daerah sekitar atau bahkan pengrajin mebel asing. Kami siap memfasilitasi para pengrajin mebel yang masih kecil dan menengah,” kata
Arif.
 
Ketua Komunitas Industri Mebel dan Kerajinan Soloraya (KIMKAS), Suryanto menambahkan, selama ini kegiatan Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, Solo cukup ampuh untuk membidik pasar lokal. Peserta obral mebel adalah eksportir yang biasa menjuaul mebel dan kayu olaha berkualitas. “Ini adalah obral mebel keempat dan diikuti 20 peserta yang biasa ekspor ke berbagai dunia,” kata dia.(Sumber Artikel dari Suara Merdeka)

FGD Implementasi Kartu Pra Kerja di Provinsi Jawa Tengah

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Salatiga menghadiri undangan Focus Group Discussion Implementasi Kartu Pra Kerja di Provinsi Jawa Tengah di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawatengah di Semarang, dalam hal ini di hadiri oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja Ben Ismi Daradasih, SH dan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Drs. Budi Prasetiyono, M.Si pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2020.

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI REX SYSTEM

entry image

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mengadakan BIMBINGAN TEKNIS PEMANFAATAN FREE TRADE AGREEMENT “KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI REX SYSTEM”. Kegiatan Bimbingan Teknis ini merupakan kegiatan sosialisasi dari kebijakan dan implementasi rex system yang berlaku di Uni Eropa bagi para pelaku usaha eksportir Indonesia. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Prov Jateng dan dilaksanakan di Aula Dinas Lt. 5 dengan menghadirkan narasumber dari Kasubdit Keterangan Asal Barang Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan (Ibu Herni Synthia), PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) (Sati Ferdi- Manager), dan Kantor Wilayah Bea Cukai DIY-Jawa Tengah (Padmoyo Tri Wikanto– Kepala Kantor).
 
 
Diharapkan melalui kegiatan bimtek ini, para pelaku usaha eksportir memahami prosedur yang berlaku dalam pengajuan preferensi tarif ke uni eropa melalui Rex System. kami harapkan agar fasilitas pemberian preferensi melalui sistem berbasis online yaitu Rex System dapat lebih meningkatkan kinerja ekspor Indonesia khususnya Jawa Tengah. Sebagaimana diketahui, Rex System merupakan sistem Sertifikasi Mandiri pada skema Generalized System of Preferences (GSP)-EU untuk Eksportir Teregistrasi (ER). Pada Sistem tersebut, Eksportir Teregistrasi dapat membuat permohonan Deklarasi Asal Barang (DAB) sendiri dengan membubuhkan pernyataan asal barang pada dokumen komersial yang dikeluarkan oleh perusahaan yaitu invoice dan packing list. Dengan demikian, perusahaan lebih efisien waktu, tenaga, dan biaya dalam pengurusan preferensi GSP-EU yang dikarenakan dalam penerbitan DAB untuk setiap shipment dilakukan tanpa melalui pembelian blanko dan persetujuan dari IPSKA.
 
 
Masa transisi implementasi DAB mulai 1 Januari 2020 sampai dengan 30 Juni 2020, secara pararel masih dipersilahkan menggunakan form A GSP-EU. Sedangkan mulai 1 Juli 2020 berlaku Deklarasi Asal Barang – Rex System secara Mandatory (wajib). Oleh karena itu, melalui kesempatan kegiatan hari ini, diharapkan para pelaku eksportir khususnya tujuan Uni Eropa dapat mempelajari kebijakan dan implementasi DAB yang akan diberikan oleh para Narasumber yang menangani dan berkompeten dalam hal tersebut.

PENDAFTARAN INKUBASI BISNIS STARTUP DIGITAL JAWA TENGAH TAHUN 2020

entry image

Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan (BIKDK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan “Inkubasi Bisnis Startup Digital” Tahun 2020 bertempat di Incubator Business Center (IBC) Jawa Tengah, Jl, Bukit Unggul Raya No. 2-4 Semarang.

Inkubasi bisnis bertujuan mencetak startup digital yang mandiri dan berdaya saing di bidang industri kreatif digital (animasi, game, komik, aplikasi software, multimedia).

Ketentuan mengikuti Inkubasi Bisnis Startup Digital Tahun 2020 :

  • Lulusan SMK, Mahasiswa, Startup
  • Berusia maksimal 40 tahun
  • Memiliki usaha kurang dari 2 tahun
  • Bidang usaha :  Animasi, Game, Komik, Aplikasi Software, Multimedia
  • Ber-KTP Jawa Tengah
  • Belum terdaftar pada inkubator lain
  • Bersedia menjadi tenant in-wall dan out wall IBC
  • Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan
  • Berkomitmen mengikuti semua proses inkubasi

SELAMA 8 BULAN INKUBASI PESERTA AKAN MENDAPATKAN:

  1. Pelatihan dan pendampingan pengembangan produk
  2. Pelatihan dan pendampingan manajemen produksi
  3. Pelatihan dan pendampingan manajemen Pemasaran
  4. Pelatihan dan pendampingan manajemen Keuangan dan Perpajakan
  5. Prioritas diikutsertakan dalam pameran bisnis baik local, nasional maupun internasional )*
  6. Fasilitasi HKI dan Business Matching
  7. Business Coach dan Mentor yang berpengalaman dibidangnya

)* Menyesuaikan program disperindag

JADWAL :

  1. PENDAFTARAN

Tanggal 21 Januari- 7 Februari 2020

Pendaftaran online melalui : http://bikdk.disperindag.jatengprov.go.id

  • SELEKSI ADMINISTRASI

Tanggal 10 – 14 Februari 2020

Pengumuman pelaksanaan presensi, pengumuman lolos adminitrasi, portofolio startup digital

  • PRESENTASI DAN WAWANCARA

Tanggal 18 – 21 Pebruari 2020

Undangan presentasi, penilaian mentor

  • PENGUMUMAN LOLOS SELEKSI

Tanggal 25 – 28 Pebruari 2020

Proses negosiassi (aturan, tata tertib), penandatangan komitmen/PKS

  • PELAKSANAAN INKUBASI BISNIS

1 Maret – 31 Oktober 2020

Profil startup, kebutuhan startup, mentoring

KONTAK PERSON :

MUSTAFA (0857-2729-6216)

SUTRINI    (0812-2856-2266)