Fasilitasi Sertifikasi HACCP 2022

Kabar baik untuk Sobat IKM Pangan yang mau naik kelas!
Direktorat IKM PFBB kembali menyelenggarakan program Fasilitasi Sertifikasi HACCP 2022!

Bagi sobat IKM Pangan yang ingin ikut program ini, yuk pelajari syarat dan ketentuannya serta daftarkan IKM Pangan Anda melalui

link https://tinyurl.com/PendaftaranHACCP2022

Pendaftaran dimulai tanggal 27 September – 22 Oktober 2021.

Kemenperin Dukung Pengembangan IKM Berbasis SDM Muda di Surakarta

Kementerian Perindustrian terus mendorong strategi dan memanfaatkan momentum untuk meningkatkan peran sektor industri dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan kegiatan pelatihan IKM Go Digital bagi para pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM).


“Upaya ini juga sekaligus memberdayakan para pelaku IKM dengan memiliki kecakapan digital (digital literacy) dalam menghadapi era industri 4.0 ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada peluncuran  Solo Great Sale 2021 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (1/10).

Strategi penguatan IKM di masa pandemi merupakan langkah penting karena sudah semestinya merangkul IKM yang berpredikat sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari industri nasional, peran IKM sangat besar, dengan mengisi 99% dari total unit usaha industri di Indonesia secara keseluruhan. Sektor IKM juga menyerap 66% dari total tenaga kerja di sektor industri.

“Meski demikian, nilai output IKM terhadap industri masih tergolong rendah berkisar di angka 21%. Hal ini merupakan salah satu perhatian kami di Kemenperin,” terang Menperin.

Karenanya, Kemenperin fokus untuk memacu agar IKM naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Hal ini dapat memaksimalkan kontribusi outputnya terhadap industri dan perekonomian baik nasional maupun daerah.

Continue reading “Kemenperin Dukung Pengembangan IKM Berbasis SDM Muda di Surakarta”

BBIA Kemenperin Jadi Laboratorium Rujukan Pangan di Indonesia

Balai Besar Industri Agro (BBIA) menjadi salah satu delegasi Indonesia atas perannya sebagai Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI)untuk ruang lingkup parameter pengujian cemaran logam berat dan mikotoksin pada bahan baku dan bahan antara pangan. Hal ini berdasarkan sidang ASEAN Food Testing Laboratory Committee (AFTLC) ke-19 secara Virtual (27–28 September 2021).

AFTLC merupakan komite di Kawasan ASEAN yang bertugas untuk memonitor dan mengkoordinasikan kegiatan pengujian mutu pangan di ASEAN, serta dalam rangka peningkatan dan penyetaraan kemampuan laboratorium pengujian pangan di negara ASEAN lewat sarana kerja sama antar laboratorium pangan di negara anggota ASEAN.

“BBIABogor yangmerupakan unit kerja di lingkungan BSKJI berperan nyata dalam peningkatan mutu laboratorium pengujian pangan nasional, dan merupakan salah satu anggota Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia(JLPPI)yang telah ditetapkan menjadi LRPPI pada tanggal 10 September 2018 oleh Komisi Laboratorium Pengujian Indonesia (KLPPI),” tutur Kepala Badan Standardisasi Kebijakan danJasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi di Jakarta, Sabtu (2/10).

Continue reading “BBIA Kemenperin Jadi Laboratorium Rujukan Pangan di Indonesia”

Kembali Ekspansif, PMI Manufaktur Indonesia pada September 2021 Melampaui China

Sektor industri manufaktur kembali berekspansi pada September 2021. Hal ini dapat dilihat dari Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan September yang mencapai 52,2, melonjak dari angka 43,7 pada Agustus 2021. Capaian indeks PMI di atas 50 menunjukkan bahwa industri tengah berekspansi, dan menandakan optimisme pelaku industri dalam berusaha.

Seperti sebelumnya disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pihaknya optimis bahwa industri akan kembali dalam jalur ekspansi saat terjadi pelonggaran atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. “Pada bulan lalu saya sempat katakan bahwa meski ada penurunan PMI manufaktur di bulan Juli-Agustus, tapi saya yakin kita bisa rebound dengan cepat. Alhamdulillah, bulan September sudah kembali ekspansif,” ujar Menperin di Jakarta, Jumat (1/10).

Dengan kembali ekspansifnya sektor manufaktur, Menperin meyakini bahwa target pertumbuhan industri sebesar 5 persen di 2022 dapat tercapai. “Karenanya, kami bertekad terus mendukung sektor industri melalui iklim usaha yang kondusif,” ujar Menperin.

Hasil survei HIS Markit menunjukkan bahwa peningkatan PMI manufaktur di Indonesia disebabkan oleh pelonggaran pembatasan sosial di berbagai wilayah di Indonesia karena semakin menurunnya kasus Covid-19. Pada September 2021, baik output maupun pesanan baru meningkat setelah dua bulan mengalami penurunan curam.

Di samping itu, demand terhadap industri manufaktur sudah kembali setelah situasi kesehatan masyarakat mengalami perbaikan dan pembatasan gerak sudah lebih longgar, sehingga dapat mendukung aktivitas perekonomian.

Menperin menyampaikan, menurunnya kasus Covid-19 yang mendukung pelonggaran pembatasan aktivitas merupakan indikasi bahwa pelaksanaan protokol kesehatan ketat dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan aktivitas ekonomi. Kemenperin terus menyempurnakan kebijakan untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dalam operasional dan mobilitas kegiatan industri. Hal ini adalah salah satu cara pemerintah untuk membendung dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dengan kebijakan tersebut, seluruh aktivitas sektor industri dapat berjalan baik dan tetap terpantau. Sehingga, sektor industri dapat lebih optimal dalam perannya sebagai motor penggerak dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” jelas Menperin.

Continue reading “Kembali Ekspansif, PMI Manufaktur Indonesia pada September 2021 Melampaui China”

Akselerasi Pengembangan Industri Halal, Kemenperin Gelar IHIA 2021

Gelaran Indonesia Halal Industry Award (IHIA) tahun 2021 telah resmi digulirkan pada 22 September 2021 lalu melalui seremoni virtual oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Melalui penganugerahan penghargaan tersebut, Kemenperin memberikan apresiasi kepada para pihak yang berperan aktif dalam pengembangan dan pemberdayaan industri halal di tanah air.

IHIA merupakan ajang penghargaan industri halal yang pertama yang diberikan di Indonesia dan direncanakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai agenda tahunan. Dalam sambutannya pada Kick Off IHIA 2021, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengharapkan kegiatan tersebut dapat memotivasi pengembangan dan pemberdayaan industri halal di Indonesia, serta mendorong semua pihak untuk semakin berperan dalam pembangunan industri halal.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Dody Widodo menjelaskan, IHIA 2021 meliputi tujuh kategori penghargaan. Pertama, Best Halal Innovation yang diberikan kepada berbagai pihak yang melakukan inovasi di bidang halal, baik secara individu, kelompok, lembaga, maupun perusahaan industri. “Terutama inovasi untuk menghasilkan subtitusi bahan baku atau bahan penolong yang bersifat syubhat atau haram,” jelas Sekjen Kemneperin.

Continue reading “Akselerasi Pengembangan Industri Halal, Kemenperin Gelar IHIA 2021”

Gulirkan Program Santripreneur, Kemenperin Sudah Bina Lebih dari 10 Ribu Santri

Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus melaksanakan program Santriprerneur dengan tujuan mendorong pertumbuhan dan pengembangan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren. Berbagai bentuk kegiatan dalam implementasi program Santripreneur, antara lain memacu kompetensi teknis para santri serta memfasilitasi bantuan mesin dan peralatan produksi.

Program Santripreneur yang digulirkan sejak tahun 2013 ini telah membina sebanyak 84 pondok pesantren di berbagai wilayah Indonesia, dengan melibatkan 10.149 santri. ‘’Jumlah santri di Indonesia yang cukup besar, yaitu tercatat hingga 4,3 juta santri, merupakan aset potensial yang dapat mewujudkan kemandirian bangsa khususnya dalam membangun wirausaha,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, Jumat (24/9).

Reni menjelaskan, para santri telah dikenal dengan kemandirian dan ketekunannya yang selalu ditanamkan semasa menempuh pendidikan di pondok pesantren. “Kemandirian bangsa ini dimulai dengan kemandirian ekonomi, dimulai dari lingkungan terkecil termasuk pada pesantren,” tuturnya.

Continue reading “Gulirkan Program Santripreneur, Kemenperin Sudah Bina Lebih dari 10 Ribu Santri”

Kemenperin: Penetapan KPI Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kementerian Perindustrian telah menebitkan peraturan mengenai pedoman bagi pemerintah daerah dalam proses perencanaan dan penetapan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang sesuai denganRencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hal ini tertuang pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30 Tahun 2020 tentang Kriteria Teknis Kawasan Peruntukan Industri.

“Sebagaisalahsatuinstrumeninvestasi,penetapan KPI perlu dilakukan sesuai dengan kriteria, sehingga diharapkan dapat menarik investasi, mendorongpengembanganwilayahsertamemicu pertumbuhan ekonomi didaerah,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S.A. Cahyantopada acara Sosialisasi Permenperin 30/2020 di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/9).

Dirjen KPAII meyakini, pembangunan kawasan industri, sentra industri kecil dan menengah (IKM), maupun industri secara individu di dalam KPI akan dapat meningkatkan daya saing. Selain itu, dapat mempercepat penyebaran dan pemerataan pembangunan industri nasional.

Continue reading “Kemenperin: Penetapan KPI Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah”

Bantuan Bahan Baku bagi IKM Pangan oleh DISPERINDAG Provinsi Jawa Tengah

Dalam rangka penanganan dampak COVID-19, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa tengah mengalokasikan bantuan bagi IKM pangan di Jawa tengah sejumlah 3500 IKM berupa bahan baku mendukung kegiatan proses produksi IKM. Kriteria Calon Penerima Bantuan adalah IKM olahan pangan, telah memiliki Ijin (PIRT/NIB/IUMK/Halal) dan belum pernah menerima bantuan.

Dari Kota Salatiga sebanyak 100 (seratus) IKMOlahan Pangan telah lolos verifikasi dan berhak menerima bantuan. Adapun bantuan berupa 10 kg tepung terigu, 15 kg gula pasir dan 15 liter minyak goreng untuk masing-masing IKM.

Pada hari Selasa, 14 September 2021 penyerahan bantuan dari Disperindag Provinsi Jawa Tengah secara simbolis diwakili oleh Bp.Noval Nixmamara, S.T, M.Si (Kasi sarana prasarana pada Bidang Industri Agro) kepada Bpk. Ir. Mustain, M.Si (Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kota Salatiga) dan penandatanganan BAST oleh Drs. Budi Prasetiyono, M.Si (Kepala Disperinnaker Kota Salatiga). Selanjutnya bantuan diserahkan kepada 3(tiga) orang perwakilan IKM Olahan Pangan Kota Salatiga.